Fakta Menarik Adat Istiadat dan Tata Krama Finlandia
Fakta Menarik Adat Istiadat dan Tata Krama Finlandia – Finlandia merupakan negara yang mudah di kunjungi. Adat dan tata krama Finlandi jelas bercorak Eropa. Dengan hanya sedikit variasi nasional dan sikapnya liberal. Sangat kecil kemungkinan seorang pengunjung melakukan kesalabhan sosial mendasar atau pelanggaran etiket yang dapat merusak hubungan dirinya dengan tuan rumah. Pelangggaran semacam itu di pandang oleh Finlandia dengan tenang jika di lakukan oleh warna negara sendiri dan dengan pengertian atau geli jika di lakukan oleh orang asing. Kode etik cukup longgar dan reputasi baik buruk di bangun seiring waktu hasil tindakan pribah alih-alih sesuai dengan norma atau standar.
1. Identitas
Orang Finlandia memiliki rasa identitas nasional yang sangat kuat. Hal ini berakar pada sejarah negara terutama prestasi gemilang di masa perang dan prestasi olahraga yang signifikan dan kini dipupuk oleh kebanggaan akan keahlian teknologi tinggi Finlandia. Sebagai orang yang realistis orang Finlandia tidak mengharapkan orang asing untuk mengetahui banyak tentang negara mereka dan tokoh-tokoh terkemukanya. Baik di masa lalu maupun masa kini. Oleh karena itu, mereka akan senang jika pengunjung mengetahui setidaknya beberapa tonggak sejarah Finlandia atau karier olahraga Paavo Nurmi dan Lasse Viren.
2. Agama
Terkait agama, sangat sedikit bahaya yang mengancam pengunjung Finlandia. Bahkan terkait hal-hal mungkin dianggap sangat sensitif di budaya lain. Mayoritas penduduk Finlandia secara formal menganut Gereja Lutheran-Injili sekitar 83% dan sementara 1,1% mereka menganut Gereja Ortodoks Finlandia. Namun masyarakat pada umumnya cukup sekuler dalam pandangan mereka. Meskipun demikian Gereja dan para pendetanya sangat di hormati dan pandangan agama pribadi di hormati. Sulit untuk melihat perbedaan antara umat beragama dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Keunikan Budaya dan Tradisi Spanyol yang Sangat Menarik
3. Jenis Kelamin
Terdapat tingkat kesetaraan yang tinggi antara laki-laki dan perempuan di Finlandia. Seperti yang terlihat dari cukup tingginya jumlah perempuan yang menduduki jabatan tinggi dalam politik dan bidang masyarakat lainnya. Terdapat banyak perempuan di posisi akademis dan dalam beberapa tahun terakhir. Para pebisnis yang berkunjung juga menemukan semakin banyak kaum hawa di sisi lain meja perundingan. Bahkan Gereja Lutheran Evangelis Finlandia menerima penahbisan perempuan dan terdapat pastor perempuan di banyak paroki. Uskup perempuan Finlandia pertama di Gereja Lutheran adalah Irja Askola.
4. Berbicara
Anggapan bahwa orang Finlandia adalah orang yang pendiam dan tertutup sudah kuno dan tidak lagi relevan. Terutama di kalangan generasi muda, namun demikian wajar jika orang Finlandia memiliki sikap khusus terhadap kata-kata dan ucapan. Kata-kata dianggap serius dan orang-orang memegang teguh apa yang mereka katakan. Perlakuan seseorang berdasarkan kata-katanya dan banteng berdasarkan tanduknya. Mempertimbangkan dengan cermat apa yang ia katakan dan mengharapkan orang lain melakukan hal yang sama. Ia menganggap kesepakatan dan janji lisan mengikat. Tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi pihak lain dan ia menganggap bahwa nilai kata-kata pada dasarnya tetap sama. terlepas dari kapan dan di mana saja kata-kata itu di ucapkan.
5. Teknologi Informasi
Ponsel yang kini ada di mana-mana merevolusi citra kerampilan komunikasi orang Finlandia. Nada dering ponsel yang terus-menerus dan konon terdengar lucu menunjukkan betapa semangatnya orang-orang untuk berbicara satu sama lain. Terutama saat tidak bertatap muka. Seorang pria duduk sendirian di bar sambil menikmati bir dan berbicara di ponselnya. Penggunaan ponsel di atur di Finlandia seperti juga di negara lain.