Tanda akan Terjadi Bencana Alam Tsunami - Gunung Meletus

Tanda akan Terjadi Bencana Alam Tsunami – Gunung Meletus

Tanda akan Terjadi Bencana Alam Tsunami – Gunung Meletus – Mungkin selama ini kita semua menganggap bahwa bencana alam seringkali datang tanpa aba-aba. Sebenarnya alam sudah memberikan sinyal bahwa akan terjadi suatu bencana atau fenomena. Oleh karena itu mengingat adanya cuaca ekstrem yang semakin terjadi ada baiknya jika mengenali tanda-tanda yang diberikan alam sebelum terjadi. Hal ini akan membantu kita untuk melindungi diri dan menyelematkan orang-orang terdekat. Kamu jadi bisa segera mengambil langkah cepat sebelum keadaan memburuk.

1. Tsunami

Jika kamu sedang berada di pantai. Terlebih kawasan Cincin Api Pasifik yang salah satunya adalah Indonesia kemudian kamu melihat air laut surut dengan cepat. Maka kamu harus segera menjauh dan cari tempat yang lebih tinggi. Biasanya air laut yang surut tiba-tiba adalah sinyal utama bahwa tsunami akan datang. Ombak besar yang terjadi setelah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus atau terjadi hantaman meteor di laut. Sebelum tsunami terjadi biasanya terdapat gempa dengan kekuatan besar yang bersumber di laut. Atau bisa dengan tanda hewan-hewan laut mulai bermunculan keluar dari persembunyian, udara berbau asin atau seperti air yang telah bercampur garam, burung-burung laut terbang ke arah daratan dengan kecepatan tinggi atau terdengar suara dentuman di dasar laut dengan irama yang cepat.

2. Gunung Meletus

Tidak semua letusan gunung berapi memiliki peringatan yang jelas. Akan tetapi ada beberapa tanda awal yang sering muncul sebelum gunung api meletus. Seperti meningkatnya frekuensi dan kekuatan gempa, muncul uap atau gas belerang. Serta ada area tanah panas yang baru atau semakin meluas. Selain itu kamu juga bisa mendeteksi dengan melihat perilaku hewan-hewan sekitar. Karena hewan yang tinggal di hutan di sekitar gunung biasanya akan keluar dan turun dari gunung untuk menuju ke daerah yang lebih rendah. Tidak hanya itu hewan kecil seperti tikus, kecoak dan ular juga ikut keluar dalam jumlah banyak.

Baca Juga : 5 Fenomena Hewan Memberi Tanda Akan Terjadi Bencana Alam

3. Gempa Bumi

Selain mengandalkan BMKG, kamu bisa melihat gejala dengan mengamati perilaku hewan. Biasanya beberapa hari sebelum gempa, hewan-hewan menunjukkan perilaku yang tidak biasa seperti menjadi mudah gelisah, panik atau berusaha melarikan diri. Ada dugaan bahwa sebagian hewan memang mampu merasakan getaran didalam bumi lebih cepat daripada manusia. Meski hal ini sebetulnya belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah. Seperti terjadi gempa disekitar Samudra Hindia tahun 2004 lalu. banyak hewan seperti gajah dan anjing gelisah berusaha bergerak ke tempat yang lebih tinggi sebelum terjadi peristiwa tsunami. Terlebih biasanya ada foreshock atau gempa kecil.

4. Tanah Longsor

Saat kamu melihat di jalan atau fondasi rumah ada banyak retakan. Hal ini bisa menjadi suatu pertanda bahwa tanah longsor sedang terbentuk. Selain itu sebelum terjadi, biasanya curah hujan akan tinggi selama berhari-hari. Hal ini bisa terjadi saat tanah dan batu bergerak menuruni lereng akibat gravitasi. Selain itu, dampak ini bisa sangat fatal bahkan permukaan kuat seperti aspal juga tetap bisa retak sebelum akhirnya runtuh atau longsor.

5.  Badai Topan

Badai topan atau di sebut sebagai siklon atau taifun merupakan badai kuat yang menyebabkan kerusakan. Selain mengandalkan informasi dari BMKG, kamu bisa mengetahui tanda-tandanya dengan memperhatikan kondisi lingkungan di dekatmu. Sebelum terjadinya siklon atau badai topan, tekanan udara akan turun secara drastis. Kondisi tenang yang tidak biasa ini dapat terjadi karena badai topan memiliki mata badai yaitu pusat badai yang relatif tenang, di kelilingi angin kencang dan hujan lebat. Ketika badai topan mendekat, daerah pesisir akan mengalami angin kencang dan gelombang laut tinggi.

Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam

Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam

Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam – Menurut laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berdasarkan geologi. Indonesia terletak di tiga lempeng tektonik, yaitu Eurasia, Pasifik, dan Hindia-Australia. Kondisi ini menyebabkan Indonesia rentan dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan jenis-jenis geologi lainnya. Ancaman bahaya gempa bumi tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia, baik skala kecil maupun besar.

Kemudian, Indonesia juga terletak di garis khatulistiwa, berdasarkan hidrometeorologi. Posisi geografis ini membuat Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Ketika musim hujan turun dan curahnya tinggi, kondisi ini memicu banjir, tanah longsor atau puting beliung. Sebaliknya, kalau terjadi musim kemarau, risiko bencana alam yang bisa terjadi adalah kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

1. Mencatat Nomor Penting

Ada nomor-nomor penting yang sebaiknya kamu catat untuk mengantisipasi bencana.

  • Kepolisian: 110
  • Nomor Tunggal Kedaruratan: 112
  • Pemadam kebakaran: 113
  • SAR: 115
  • Informasi dan perbaikan kerusakan dan gangguan telepon: 117
  • Ambulans dan gawat darurat: 118 dan 119
  • Layanan kereta api: 121
  • Posko Kewaspadaan Nasional: 122
  • Informasi dan perbaikan kerusakan dan gangguan listrik: 123
  • Posko bencana alam: 129
  • Palang Merah Indonesia: 021-4207051

2. Menyiapkan Perbekalan untuk Tiga Hari

Kamu bisa memasukkan perbekalan untuk tiga hari di tas siap bencana untuk menghadapi bencana alam.

  • Makanan dan minuman, kamu bisa memasukkan makanan dan minuman kemasan ke perbekalan. Seperti mi instan, telur beras, kornet, roti, susu, serta air minum kemasan.
  • Kotak P3K, kotak ini berisi P3K seperti plester dan alkohol. Jangan lupa memasukkan obat-obatan pribadi, pembalut, tisu kering, tisu basah, hand sanitizer, serta hanuk kecil.
  • Alat bantu penerangan dan charger, sebaiknya kamu membawa charger untuk mengisi daya telepon genggam agar komunikasi tidak terputus dan membawa alat bantu penerangan.

Baca Juga : 5 Tips Atasi Kantuk Tak Tertahan Waktu Bekerja

3. Mengamankan Dokumen Penting

Sebaiknya, kamu menyiapkan salinan dokumen penting jika terjadi bencana alam. Kamu bisa memfotokopi semua dokumen penting jika terjadi bencana alam. Kamu bisa memfotokopi semua dokumen dan identitas penting agar punya salinan berkas. Salinan ini berupa sertifikat rumah. ijazah sekolah, kartu keluarga, akte lahir, serta buku nikah.

4. Membentuk Komunitas Tangguh Bencana

Ada baiknya masyarakat dilingkungan tempat tinggalmu membentuk komunitas tanggap bencana. Biasanya komunitas ini beradal dari karang-taruna. Komunitas ini akan melakukan hal-hal tanggap bencana, seperti menentukan jalur evakuasi dan posko pengungsian.

5. Melapor Kepada Kelurahan, Kecamatan, atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Jika kamu melihat atau mengetahui tanggul bocor atau rusak, atau listrik korslet, lebih baik masyarakat melaporkan kepada kelurahan, kecamatan atau BPBD untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

6. Dana Darurat

Yang tidak kalah penting adalah uang. Sebaiknya kamu menyiapkan uang untuk menghadapi risiko bencana alam. Misalnya untuk membeli makanan dan minuman, obat-obatan, serta pakaian. Tidak hanya itu, uang juga diperlukan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang banjir atau digoyang gempa, serta biaya servis kendaraan yang rusak.

Maka dari itu keberadaan dana darurat itu penting. Yang berfungsi untuk menutup kebutuhan yang mendesak, seperti meng-cover semua biaya perbaikan kerusakan rumah dan kendaraan akibat bencana alam. Jumlah dana darurat ini bervariasi, bergantung kepada jumlah tanggungan, dana darurat yang diperlukan mencapai 3-6 kali pengeluaran bulanan. Jika kamu sudah menikah dan memiliki tanggungan, jumlah dana darurat yang diperlukan mencapai 6-12 kali pengeluaran bulanan. Pengeluaran ini mencakup kebutuhan pokok, cicilan dan tagihan, hingga ongkos transportasi.