Fakta Kisah Kekaisaran Jepang dalam Game Ghost Of Tsushima
Fakta Kisah Kekaisaran Jepang dalam Game Ghost Of Tsushima – Ghost of Tsuhima membawa paar pemain ke Jepang di abad ke-13, ke masa ketika samurai legendaris. Bertarung untuk melindungi negara dari jajahan Mongol, secara khusus latar game ini berlangsung pada tahun 1274, selama invasi Pulau Tsushima. Peristiwa sejarah nyata yang menandai di mulainya serangan Mongol melawan Jepang. Tetapi, meskipun game ini terinspirasi dari sejarah nyata. Mengambil kebebasan, menambahkan karakter dan situasi fiksi ke dalam game bahkan beberapa unsur supernatural.
1. Karakter Ghost of Tsushima Tidak Pernah Ada Dalam Sejarah
Jin Sakai dan pamannya, Lord Shimura tidak ada pada pertempuran awal untuk Tsushima. Juga tidak ada orang yang mirip, kedua karakter tersebut sepenuhnya fiksi. Klan samurat Sakai telah ada dalam kehidupan nyata selama beberapa generasi, tetapi baru berdiri pada abad ke-14. Klan Sakai tidak pernah di pimpin oleh seorang pria bernama Jin juga tidak ada yang namanya Klan Shimura di Jepang.
Musuh Jin dan Lord Shimura yang merupakan cucu dari Genghis Khan, Khotun Khan juga tidak nyata. Meskipun Genghis Khan memang memiliki banyak cucu. Sebenarnya Kubilai Khan lah yang memimpin kekaisaran Mongol selama invasi Mongol pertama di Jepang. Direktur Kreatif Sucker Punch, pernah mengatakan bahwa Protagis kami adalah karya fiksi dan tidak membangunnya kembali dari batu ke batu.
Baca Juga : Fakta Menarik Hattori Hanzo : Ninja Legendaris Yang Mengispirasi Dunia
2. Tidak Ada Orang Tunggal yang Menghentikan Invasi Mongol
Di Ghost of Tsushima, Jin melawan pasukan Mongol sendirian dan menemukan cara untuk menguris mereka diakhir cerita. Tetapi pasukan Mongol yang sebenarnya di hentikan di pulau Kyushu oleh badai pada tahun 1274. Setelah menaklukan Tsushima, badai yang berbeda juga diduga menggagalkan upaya invasi kedua mereka pada tahun 1281. Karakter Jin Sakai sebenarnya adalah personifikasi dari badai tersebut yang kemudian dijuluki Kamikaze. Pada saat itu, keajaiban ini dihubungkan dengan dewa petir Rajin yang dipercaya memberikan bantuan kepada orang-orang Jepang.
3. Samurai di Abad Ke-13 Tidak Menggunakan Pedang dan Armor
Samurai hampir selalu di gambarkan sebagai seorang yang memegang katana atau pedang dalam budaya populer. Tetapi mereka tidak menggunakan pedang di abad ke-13. Banyak samurai di latih untuk bertarung dengan busur dan anak panah saat menunggangi kuda. Sebelum akhirnya menggunakan berbagai jenis pedang. Baju besi shogun yang megah yang kamu bayangkan juga tidak di gunakan pada saat itu. Orang Mongolia juga umumnya lebih menyukai busur dan anak panah untuk pertempuran.
4. Side Mission Sekelas The Witcher 3
Ghost of Tsuhima menggabungkan kedua konsep dengan cukup seimbang dan lebih mengarah ke game open world modern yang mengedepankan eksplorasi. Kamu masih akan bertermu dengan beragam ikon yang tiba-tiba tertera pada peta. Namun semuakanya akan berujung pada tanda tanya tidak di berikan detail apapun soal lokasi ataupun misi yang ia simpan.
Aksi Jin membebaskn Tsushima juga di bantu dengan sedikit elemen spiritual di dalamnya. Tenang saja, kamu tidak akan berhadapan dengan ragam iblis atau makhluk supranatural Jepang di sini. Ada tendensi bahwa kamu akan merasa bahwa pulau Tsushima, lewat sebuah kekuat misterius yang tidak bisa di jelaskan. Berusaha untuk membantu kamu mencapai misi yang ada. Ia muncul lewat kehadiran musang dan burung yang akan membantu kamu mencapai objektif tertentu saat di dekati. Guiding Wind berbentuk angin berhembus yang berfungsi layaknya sebuah GPS untuk menuju ke misi ataupun lokasi manapun yang kamu pilih.