Menjelajahi Kisah atau Peristiwa di Balik Lukisan Terkenal

Menjelajahi Kisah atau Peristiwa di Balik Lukisan Terkenal – Sulit untuk menahan rasa kagum saat memandang karya seni. Kekaguman ini memang berspektrum luas, mulai dari sekedar takjub karena faktor keindahan yang sukar di deskripsikan atau lebih tepatnya susah di inteprestasikan hingga terperangah karena mampu mengapresiasi nilai estetika yang tersaji sekaligus memahami makna yang ingin di sajikan sekaligus memahami makna yang ingin di sampaikan sang seniman melalui kreasinya. Lukisan bisa menjadi jauh lebih rumit dari apa yang tertangkap oleh mata, torehan kuas, komposisi bentuk, racikan warna. Seperti yang sering kita dengar, gambar di anggap mampu lebih berbicara daripada seribu kata. Lukisan bertutur secara kompleks melalui bahasa simbol yang merefleksikan kesadaran kolektif atau menjawantahkan pengalaman pribadi kreatornya.

1. Mona Lisa – Leonardo Da Vinci

Boleh menjadi lukisan yang paling terkenal peradaban manusia. figur dalam karya maestro zaman Renaissance, Leonardo Da Vinci. Ini adalah Lisa Del Gioconco, seorang perempuan terhormat yang merupakan istri dari pedagang sutra Francesco Del Giocondo saat itu dan keluarga Gherardini yang bermukim di Florence, Italia. Terdapat dugaan bahwa Mona Lisa adalah permintaan pihak keluarga kepada Leonardo Da Vinci sebagai bentuk perayaan kelahiran putra kedua Francesco dan Lisa yang bernama Andrea. Berbagai hipotesis berupaya memberikan penjelasan mengenai senyum Lisa yang misterius dan penuh teka-teki. Langkah multi spectraql imaging secara ekstensif yang di lakukan oleh Lumiere Technology pada 2006 menemukan varnish pada lukisan yang mengungkap bahwa senyim Lisa ternyata sebenarnya lebih lebar di bandingkan yang kita lihat pada saat itu.

2. Girl with a Pearl Earring – Johannes Vermeer

Sebuah mahakarya dari periofr Dutch Golden Age, Girl with a Pearl Earring telah memukau para pecinta seni dengan tatapan sayu dan melankolis sejak lukisan ini muncul kembali di akhir abad ke-19. Meski demikian hingga kini tidak di ketahui secra aelas mengenai figur perempuan di lukisan ini. Tidak di maksudkan untuk memreprestasikan seseorang. Penutup kepala yang di kenakan oleh figur perempuan di lukisan yang mengindikasikan sebuah throne yakni penggembaran sosok idela dalam busana eksotis.

Baca Juga : Fakta Menarik Australia, Negara Tanpa Gunung Berapi

3. Ophelia, Sir John Everett Millais

Sir John Everett Millais melukis secara langsung dari kehidupan kapan saat memungkinkan. Dedauanan yang terpampang di lukisan Ophelia dapat di temukan di karya drama legendaris Shakesspeare, hamlet. Walau begitu, Sir John Everett Millais tidak melukis modelnya yang berusir 19 tahun, Elizabeth Siddall, dalam kondisi seperti yang terlihat pada lukisan. Dalam proses pembuatan karya ini. Elizabeth sebenarnya berpose dengan berendam di sebuah bathup yang berisi penuh dengan air di studio milik sang pelukis.

4. Whistler’s Mother – james Abbott McNeill Whistler

Whistle’s Mother merupakan salah satu karya seni termahsyur dari lukisan penulis kelahiran Amerika. James Abbot McNeill Whistler yang tidak lain adlah ibu dari James sendiri. Di yakini bahwa Anna Whistler berpose unuk menggantikan seorang model yang berhalangan hadir. Awalnya James membayangkan melukis modelnya dalam keadaan berdiri. Namun karena sang Ibu merasa tidak nyaman untuk terus berdiri dalam jangka waktu yang lama. Maka James menangkap esensi dengan melukis ibunya dalam posisi duduk yang santai. Whistler’s Mother kerap di juluki sebagai sebuah ikon Amerika dan Mona Lisa versi era Victoria.

5. The Scream – Edvard Munch

Di kenal dengan judul The Scream, mahakarya Ekspresionisme kreasi seniman Norwegia Edvard Munch ini kerap diinterprestasikan sebagai respons fundamenral terhadap tekanan-tekanan yang eksesif dalam kehidupan modern. Melalui karya yang awalnya di beri judul The Shiiek of nature. Edvard ingin menceritakan apa yang dialami dan di rasakannya dalam sebuah momen.