Fakta Menarik Bunga Sakura Yang Harus Di Ketahui
Fakta Menarik Bunga Sakura Yang Harus Di Ketahui – Bunga sakura bukan sekadar tanaman biasa di jepang, ini adalah simbol keindahan, kehidupan, dan filosofi yang mendalam. Setiap musim semi, jutaan orang berbodong-bodong ke taman sakura hanya untuk menyaksikan momen hanami. Sebuah tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Tak hanya cantik, sakura juga menyimpan banyak fakta menariknya.
Sakura Punya Lebih Dari 200 Varietas Di Jepang
Ada lebih dari 200 jenis sakura yang tumbuh di jepang, dengan warna dan bentuk yang beragam. Yang paling terkenal adalah somei yoshino, dengan kelopak putih sedikit merah muda yang mendominasi pemandangan musim semi. Namun, ada juga varietas langka seperti yaezakura yang memiliki lapisan kelopak lebih tebal dan shidarezakura (sakura yang menjuntai seperti pohon willow). Setiap daerah di jepang bahkan memiliki sakura khasnya sendiri misalnya, kawazu-zakura di zhizuoka mekar lebih awal. Sementara sakura di hokkaido baru mekar di akhir april. Keberagaman ini membuat musim sakura di jepang bisa di nikmati dalam waktu yang lebih panjang, tergantung lokasinya.
Sakura Juga Memiliki Makna Spiritual
Sakura di anggap sebagai tempat bersemayamnya kami (roh atau dewa). Beberapa kuil di jepang, seperti chidorigafuchi di tokyo, bahkan di kelilingi oleh pohon sakura yang di anggap sakral. Buanga ini juga sering di gunakan dalam upacara keagamaan sebagai persembahan atau simbol kemurnian. Selain itu, sakura juga di kaitkan dengan legenda-legenda rakyat. Salah satunya adalah cerita konohana sakuya hime, dewi bunga yang di yakini melambangkan kehidupan dan kesuburan. Hingga kini, banyak orang jepang yang percaya bahwa menyaksikan sakura mekar membawa keberuntungan dan kedamaian dalam hidup.
Baca Juga: Fakta Menarik Bunga Kamboja Yang Jarang Di Ketahui
Sakura Jadi Simbol Dalam Seni Dan Sastra Jepang
Sakura telah menjadi inspirasi tak terbatas dalam seni rupa, sastra, dan bahkan fashion jepang. Lukisan tradisional ukiyo-e sering menampilkan pemandangan sakura, sementara puisi haiku dan tanka kerap menggunakan bunga ini sebagai metafora kehidupan. Bahkan, motif sakura banyak di temukan pada kimono, keramik, dan seni kontemporer jepang. Di ero modern, sakura tetap menjadi ikon budaya pop. Mulai dari anime, mangga, hingga lagu-lagu j-pop, bunga ini sering di jadikan simbol perpisahan (karena mekar di akhir tahun ajaran sekolah) atau awal yang baru. Tak heran jika banyak turis yang terpesona dengan estetika sakura yang begitu lekat dengan identitas jepang.
Tradisi Hanami Sudah Ada Sejak Zaman Kaisar
Tradisi Hanami atau piknik di bawah pohon sakura sudah di mulai sejak periode nara (710-794). Awalnya, hanya kalangan bangsawan yang menikmati keindahan sakura sambil menulis puisi. Namun, pada periode edo (1603-1868), tradisi ini menyebar ke masyarakat umum dan menjadi festival musim semi yang di nanti-nantikan. Kini, hanami adalah momen sosial di mana keluarga, teman bahkan rekan kerja berkumpul untuk makan, minum dan bersantai di bawah rindangnya bunga sakura. Bahkan, perusahaan-perusahaan di jepang sering mengadakan acara hanami sebagai ajang mempererat hubungan kerja. Tak jarang, orang rela datang pagi-pagi untuk mendapatkan spot terbaik di taman-taman terkenal seperti ueno park atau maruyama park.
Bunga Sakura Melambangkan Filosofi
Konsep mono no aware (kesadaran akan ketikdakekalan) adalah filosofi jepang yang erat kaitannya dengan bunga sakura. Mekarnya sakura yang singkat, biasanya hanya sekitar satu hingga dua minggu, mengingatkan orang tentang betapa indahnya hidup meski hanya sesaat. Bunga ini menjadi metafora bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara.